Satu Kata Berjuta-juta Makna?!

"ANU" 1 KATA BERIBU MAKNA (One Word of Million Meanings) - Kata “anu” tidak jarang diucapkan oleh masyarakat Indonesia dalam percakapan sehari-hari.

satu kata berjuta makna anu nganu

"ANU" adalah satu kata ganti dalam bahasa Indonesia yang multifungsi, dan bisa menggantikan kata apa saja. Tidak pernah diselidiki darimana asal kata ANU ini. Sepertinya kata ini muncul begitu saja secara reflek.

ANU sering muncul ketika otak sedang Blank, ketika kita tidak tahu bagaimana menyebut suatu benda atau situasi. ANU sering muncul juga ketika kita ditanya dengan tiba-tiba atau kaget.

ANU mewakili semua jenis kata, mulai dari kata benda, kata sifat, kata keterangan, kata kerja. Anu berjasa besar untuk mengalihkan sebuah pertanyaan yang sulit kita jawab. Bahkan ketika saya sedang menulis artikel ini dan seorang teman bertanya..."Sedang menulis apa kamu?" saya pun menjawab "Oooo sedang nulis Anu...."

ANU bisa juga digunakan untuk menutupi sesuatu yang vulgar untuk dikatakan. ANU memang banyak gunanya....meskipun saya sendiri masih belum jelas dari mana asal kata ini. Dan sekali lagi saya mohon informasi dari pembaca seputar ANU ini.

Berasal dari B, Jawa

ENTAH kenapa orang suka memakai kata itu bila bicara. Anu adalah sebuah kata bahasa Jawa yang sebenarnya tidak punya arti apa-apa. Kalau punya arti, itu tergantung pada orang itu sendiri yang mengartikannya. Kata itu hanya berfungsi sebagai kata untuk menyebut sesuatu yang tidak diketahui istilah atau namanya.

Kadang kata anu dipakai untuk menggantikan kata-kata panjang dan lawan bicara dianggap tahu obyek pembicaraan. Tapi tidak sedikit pula orang memakai kata anu karena kemalasan berpikir.

Kata anu bisa sebagai pengganti sesuatu yang mengganjal di ujung lidah untuk diucapkan. Anu adalah hasil pikiran bebas. Anu meski secara resmi tidak ada dalam bahasa dan kamus tapi punya peranan penting dalam keseharian.

Anu seolah bisul yang bisa datang dan menghilang pada siapa saja tanpa diundang dan tanpa meninggalkan bekas yang mengganggu. Kata anu adalah kata yang berkeliaran dengan bebas di udara dan siap dijemput oleh siapa saja.

Alasan Kata 'Anu'

Image: Internet
Karena banyaknya tersedia dan gampang untuk dipakai, maka tidak sedikit jumlah orang yang menyukainya. Ia bebas diperoleh bagi siapa saja. Sumbernya tidak terbatas. Tinggal petik di depan kepala. Seolah semua orang pernah pakai kata anu.

Kenapa bisa tidak disebutkan namanya? Mungkin ini adalah berbagai alasan di balik itu.

1. Tidak menemukan kata yang tepat untuk diucapkan
Ya, ketika kita bingung gimana mau menjelaskan sesuatu atau menggambarkan sesuatu dalam kata-kata yang tepat, secara otomatis kita akan mengeluarkan kata “anu”. Contoh: “Nanti kalau kayak gitu bisa ‘anu’, aduh apa ya, itu lho..”

2. Lupa namanya atau lupa mau ngomong apa.
Karena lupa mau ngomong apa, akhirnya “anu” deh yang keluar. Contoh: “Eh kemarin aku pergi ke ‘anu’ lho! Duh.. Lupa nama tempatnya.”

3. Menyebutkan hal yang kotor.
Ketika kita ngerasa nggak enak menyebutkan hal yang kotor, kita biasanya meletakkan “anu” sebagai penggantinya atau sebagai awalan sebelum menyebutkannya. Biar nggak terlalu mengagetkan gitu, kan. Contoh: “Setelah itu nggak dia nggak sengaja megang ‘anu’, maaf, kotorannya.”

4. Merasa bersalah atau nggak siap ngomong.
“Anu” juga bisa digunakan sebagai awalan untuk kita mengakui kesalahan. Ketika kita belum siap menyampaikannya tapi harus menyampaikan, kita pakai “anu” untuk jadi bantalan. Contoh: “Maaf Pak, kemarin saya di dapur ‘anu’.. Emm, saya mecahin piring, Pak.”

5. Memberi konotasi negatif atau jorok.
Sebenarnya mendengar kata “anu” sendiri biasanya sudah menimbulkan konotasi negatif atau jorok dalam pikiran, bener nggak?

Hayo ngaku. Oleh karena itu, kata “anu” biasa digunakan dalam humor yang bersifat menyerempet dengan hal-hal dewasa. Contoh: “Kamu kemarin kesana berbuat ‘anu’ sama dia kan? Wah wah..’Nonton TV’ maksudnya. Kok pikiranmu jorok sih.”

6. Menggambarkan masa lalu buruk bagi sebagian orang.
Karena nggak enak menyebut kejadian itu, kita ganti dengan kata “anu”.
Contoh: “Aku kemarin ketemu mantanmu yang dulu pernah nge-‘anu’ kamu di depan banyak orang.” (nampar lho maksudnya, udah pikiran jorok)

7. Menyebutkan suatu rahasia secara implisit.
Ketika kita ngobrol soal suatu rahasia dengan teman kita dan ada teman lain disana yang nggak sepatutnya mendengar, kita menggunakan “anu”.
Contoh: “Waktu itu kamu pergi sama “anu” kan Fit? Iya, yang itu tuh.”

8. Dampak dari rasa canggung
Karena canggung dengan orang baru, gebetan, atau atasan, akhirnya kita nggak fokus terhadap pemilihan kata dan yang keluar “anu” melulu.
Contoh: “Oh iya, kamu kenal sama itu kan, si ‘anu’, siapa—emm..”

Begitulah kira-kira alasannya. Beruntung ya kata “anu” ini ada di bahasa kita. Kalau nggak, mungkin akan repot di saat-saat tertentu.

Kalau menurut kamu sendiri, apa lagi arti kata “anu” yang lain?

Sumber: Kompasiana, https://www.facebook.com/photo.php?fbid=301373307298022&set=gm.264873350870684&type=3&theater

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Satu Kata Berjuta-juta Makna?!"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel