Kota Makassar Tertimpa banjir

Bulan Januari merupakan bulan yang selalu di prediksi hujan turun di Indonesia, sampai ada pepatah menyebutkan bahwa kalimat Januari merupakan bulan yg di mana singkatan dari kata "hujan sehari hari". Sejak tanggal 22 Januari 2019 terdapat hujan tiada henti yang sangat lebat melanda propinsi Sulawesi Selatan. Sehingga mengakibatkan banjir besar yang di alami kota makassar - Sulawesi Selatan karena 52 kecamatan terendam banjir hingga mencapai 3 meter. Meskipun banjir yang di alami masyarakat Makassar bukan pertama kalinya, akan tetapi tahun ini merupakan banjir terparah setelah 10 tahun yang lalu. "Sebanyak 30 orang meninggal dunia, 25 orang hilang, 47 orang luka-luka, dan 3.321 orang mengungsi" sebut juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho. Selain itu, banjir mengakibatkan 76 unit rumah rusak, 2.694 unit rumah terendam, 11.433 hektare sawah terendam banjir, sembilan jembatan rusak, dua pasar rusak, enam unit fasilitas peribadatan rusak, dan 13 unit sekolah rusak. Menurut gubernur Sulawesi Selatan, penyebab adanya banjir yaitu 1. pengalihan fungsi lahan, 2. Dan adanya penambangan yang menjadikan daya tampung berkurang. 3. Dan juga di karenakan pembukaan pintu bendungan yang berdampak pada meningkatnya volume Sungai Jeneberang yang kemudian meluap dan mengakibatkan banjir ke pemukiman di daerah aliran sungai (DAS) di wilayah Kabupaten Gowa. Padahal pembukaan tersebut sebelumnya di karenakan adanya prediksi para pemerintah karena hujun terus terjadi dan di kuatirkan bendungan akan jebol maka diputuskan untuk membuka spillway dari Bendungan Bili-bili agar ketinggian air yang ada di bendungan Bili-bili ini turun ke level normal lagi," Ketika banjir melanda warga di beri waktu 5 menit untuk evakuasi sehingga sekarang mereka masih mengungsi di tempat pengungsian, Alhamdulillah pemerintah kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), dan TNI telah memberikan bantuan logistik berupa makanan dan dana uang untuk mereka. Bahkan pihak pemerintah provinsi akan memberikan dana 2 milyar lebih untuk di manfaatkan mereka karena mendapat kan musibah besar itu. Meskipun banjir sudah surut, yang pada hari Kamis banjir menjadi 1 meter, warga masih di himbau untuk menginap di tempat pengungsian dan waspada hingga akhir Februari. Akan tetapi warga di perbolehkan untuk mengambil pakaian di rumah mereka dengan menggunakan perahu karet, dan aktivitas sebagian warga dan pemerintah pun ada yang sering berjaga dan memantau rumah para warga agar tidak terdapat oknum jahat yang melakukan kriminal di rumah mereka. Selain itu, Alhamdulillah Bendungan Bili Bili yang pada hari Kamis pukul 14.20 kembali normal, dan bukaan pintu air menjadi 1 meter. Adapun Fungi penting bendungan Billi Billi yaitu: 1 Untuk Mencegah luapan air Jeneberang di bagian hilir. 2. Sebagai sumber tenaga listrik 3. Tempat pariwisata 4. Sebagai budi daya ikan. Usia bendungan tersebut sekarang berumur18 tahun. Dan dari dulu selalu mendapat pengelolaan yang baik. dan sekarang pntu air di tutup sehingga status bendungan menjadi pemantau lagi. Semoga pintu bendungan tidak di buka kembali agar selalu memberikan manfaat bagi warga Sulawesi setempat. Dan kita doakan semoga mereka selalu di beri keselamatan dan kesehatan dan tidak adanya musibah lagi yang menimpa mereka, sehingga mereka bisa beraktivitas kembali seperti biasanya. Dan kita berdoa semoga hujan yang selalu turun di akhir-akhir ini dan kapanpun memberikan Rahmat dan manfaat bagi kita. اللهم صيبا نافعا. Itulah yg diajarkan nabi kita kepada kita ketika hujan turun yang di ciptakan oleh Alloh, Tuhan Alam semesta.

0 Response to "Kota Makassar Tertimpa banjir"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel